Literasi Budaya SD Islam 04

Ahad, 13 Oktober 2019 SD Islam 04 Pekalongan menyelenggarakan kegiatan yang menarik perhatian warga civitas sekolah yaitu berupa “Literasi Budaya”. Kegiatan literasi budaya dilaksanakan dengan tujuan melestarikan nilai-nilai budaya Nusantara yang adiluhung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dan dewan guru SD Islam 04 Pekalongan. Dengan kegiatan ini diharapkan timbul kecintaan dan kebanggaan di hati seluruh civitas akademika terhadap kebudayaan Jawa yang sangat bernilai tinggi. Tema kegiatan literasi budaya SD Islam 04 Pekalongan yaitu “Melalui kegiatan literasi budaya, kita lestarikan dolanan anak dan kuliner nasional sebagai warisan bangsa.” 

Adapun dalam kegiatan Literasi Budaya ini antara lain berupa :

1. Dolanan Anak

Anak-anak bermain dakon/congklak dengan memakai pakaian daerah

Permainan anak saat ini sudah mengalami pergeseran bahkan sudah tidak dikenal lagi oleh sebagian besar anak kita. Hal ini karena maraknya permainan di gadget/smartphone yang lebih disenangi oleh anak-anak kita, padahal dolanan anak nusantara banyak variasinya dan mempunyai nilai dan filosofi tinggi dibandingkan dengan dolanan gadget. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak mengenal dan mencintai dolanan anak Nusantara yang mengandung nilai-nilai tinggi. Gambar diatas beberapa anak sedang bermaian congklak/dakon. Permainan ini juga telah dikenal oleh seluruh wilayah di Indonesia. Menggunakan biji congklak yang terbuat dari cangkang karang tapi ada juga yang menggunakan batu, biji asam jawa ataupun biji-bijian lainnya lalu menggunakan papan congklak yang berisi 16 lubang. Permainan ini hanya bisa dilakukan oleh dua orang saja. Biji congklak berisi 98 buah dan papan congklak ada yang terbuat dari plastik namun juga ada yang dari kayu.

Awal memainkan permainan ini dengan suit menentukan siapa yang jalan dulan, lalu jika ada yang menang maka pemain harus mengambil semua biji dari salah satu lubang dan biji tersebut diisi satu persatu ke lubang yang sudah ditentukan, dari kiri atau kanan. Hingga biji habis dan setelah itu ambil lagi semua biji dari tempat terakhir biji diletakkan. Begitu seterusnya hingga siapa yang mendapat biji paling banyak maka ia yang menjadi pemenang.

Dolanan ini mengajarkan kepada anak mengenai ketekunan, kesabaran, ketepatan, kejujuran dan berhitung dengan teliti.

Lompat tali

Dolanan selanjutnya yaitu lompat tali. Lompat tali menggunakan gelang karet yang disusun sedemikain rupa sehingga membentuk rantai tali yang panjang. Rantai tali karet ini sangat fleksibel dan bisa memanjang sehingga tidak mudah putus. Cara bermainnya cukup sederhana, yaitu dua orang memegang tali sedangkan lainnya melompati tali dari mulai mata kaki sampai ketinggiannya meningkat ke ujung tangan yang memegang tali. Yang tidak berhasil melompat maka akan bertugas untuk memegang tali. Dolanan ini mengajarkan anak mengenai ketangkasan, kekuatan dan keberanian. 

Jengklek/Engklek

Permainan ini sampai sekarang masih dilakukan dan seluruh wilayah Indonesia mengenal permainan ini, meskipun disetiap daerah memiliki sebutan lain-lain. Engklek dimainkan oleh anak laki-laki dan juga perempuan. Bisa dilakukan oleh dua orang saja dan maksimal lima orang, sebab untuk memainkannya harus menunggu giliran dan jika banyak yang bermain maka akan lama menunggunya.

Cara bermainnya dengan menggambar kotak-kotak di latar. Bermainnya dilapangan yang terang agar mudah menggambar kotak-kotaknya. Ada sembilan kotak yang terdiri dari tiga buah kotak horizontal, lalu disambung tiga kotak vertikal, setelah itu tambah satu kotak diatasnya dan terakhir dua kotak dihorizontal. Satu persatu pemain melompati kotak tersebut dari awal hingga terakhir. Melompatnya harus menggunakan satu kaki, jika kaki terjatuh maka harus menaruh batu disalah satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali giliran. Dolanan ini mengajarkan anak-anak mengenai ketangkasan, kesabaran, kekuatan dan kebersamaan.

Para Ustadzah dan Komite Sekolah juga ikut memeriahkan tarik tambang

Tarik tambang, dolanan ini sudah terkenal ke seantero nusantara. Sampai sekarang masih sering dimainkan terutama saat peringatan HUT NKRI di kampung-kampung maupun di sekolah-sekolah. Tidak hanya siswa-siswi yang memeriahkan dolanan nusantara, para ustadzah juga turut serta memeriahkan sehingga suasana menjadi ramai dan menegangkan.

Peraturan permainan ini yaitu tim yang mampu menarik lawan sampai batas tertentu maka akan ditetapkan sebagai pemenang.Dolanan ini mengajarkan kepada kita tentang kekuatan, strategi untuk menang, kekompakan tim, ketaatan pada pemimpin dan ketangkasan.

Para siswi menyanyikan lagu daerah dan menari bersama

Lagu-lagu daerah saat ini sudah sangat jarang sekali dinyanyikan. Dalam kegiatan ini para siswa-siswi masing-masing kelas menampilkan pentas seni menyanyikan lagu daerah disertai dengan tarian yang mereka kreasikan sendiri. Suasana semakin meriah dan membahagiakan disaat mereka tampil maju ke depan menunjukkan kebolehannya.

2. Jajanan Nusantara

Jajanan nusantara saat ini jarang sekali dijual di toko maupun penjual makanan di sekitar sekolah. Dengan kegiatan literasi budaya yang menyuguhkan jajanan nusantara yang sehat diharapkan anak-anak menyukai cita rasa jajanan nusantara yang beragam.

Dewan Asatidz SD Islam 04 Pekalongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *